Connect with us

Subscribe

F1

Sejarah Halo, Perangkat Safety F1 Yang Dulu Dipandang Sebelah Mata

Perangkat keselamatan F1 bernama HALO menyelamatkan nyawa Zhou dan Nissany dari insiden di sirkuit Silverstone, Inggris.

By Jen Ross - IMG_9001, CC BY 2.0 (Common Wikimedia)

Mobilman – Putaran pertama F1 GP British yang digelar di sirkuit Silverstone sempat diwarnai dengan insiden yang fatal.

Yang pertama adalah insiden yang membuat mobil Alfa Romeo milik Zhou Guanyu sedikit terangkat, lalu terguling dan terseret di area gravel hingga melewati barrier atau dinding pembatas.

Insiden tersebut terjadi karena kontak antara Zhou Guanyu, Pierre Gasly, dan George Russell.

Secara cepat, Zhou, Albon dan Russell langsung mendapatkan pemeriksaan medis.

Kondisi trek yang padat karena baru saja start membuat beberapa pembalap melakukan manuver untuk menghindari crash dengan mobil lain, begitu juga dengan Zhou, Gasly, dan Russell.

Baca Juga:

Pembalap Williams yaitu Alex Albon juga mengalamin insiden menabrak pembatas setelah terjadi kontak dengan Sebastian Vettel. Yuki Tsunoda dan Esteban Ocon juga mengalami insiden.

Sebelumnya, di sirkuit yang sama tepatnya saat Feature Race F2, Halo kembali melakukan tugasnya dengan baik setelah berhasil melindungi Roy Nissany yang ditimpa oleh mobil dari Dennis Hauger.

Mobil Dennis Hauger sempat keluar lintas akibat kontak dengan Roy Nissany, lalu saat memasuki tikungan, mobil Hauger menghantam bagian atas mobil Nissany, tepat di bagian Halo.

Insiden tersebut mirip dengan insiden yang terjadi antara Max Verstappen dan Lewis Hamilton di Monza musim lalu.

Dan jika ditarik mundur ke tahun 2018, Halo F1 kembali menyelamatkan nyawa setelah berhasil melindungi Charles Leclerc yang saat itu masih memperkuat Alfa Romeo dari mobil McLaren milik Fernando Alonso yang terbang tepat di atas kepala Leclerc setelah diseruduk oleh mobil Nico Rosberg (Renault).

Dan dua tahun setelahnya Halo kembali menunjukkan bahwa perangkat yang mirip dengan ‘sendal jepit’ ini mampu melindungi Romain Grosjean (Haas) dari kecelakaan fatal.

Halo pertama kali diperkenalkan pada tahun 2016. Setelah melalui serangkaian uji coba, barulah pada tahun 2018 Halo menjadi perangkat keamanan wajib.

Sontak, kehadiran Halo membuat tampilan mobil F1 sedikit berubah, dengan ‘tonjolan’ seperti sendal jepit di bagian kokpit.

Banyak kritikan yang mengatakan bahwa Halo membuat mobil jadi terlihat tidak menarik. Kritikan tersebut hadir dari fans bahkan beberapa pembalap.

Namun di tahun yang sama, Halo langsung membuktikan dengan melindungi Leclerc dari benturan dengan mobil Alonso.

Halo merupakan inovasi yang lahir dari serangkaian insiden fatal. Salah satunya adalah insiden yang merenggut nyawa dari Jules Bianchi pada tahun 2014.

Berbagai macam prototype coba dikembangkan agar pembalap tetap aman namun tidak mengganggu performa mereka. Salah satu prototype tersebut adalah Aeroscreen.

Aeroscreen memiliki bentuk dengan kaca yang melingkar di depan pengemudi.

Setelah serangkaian tes, Aeroscreen tidak lolos uji. Sebastian Vettel berpendapat bahwa Aeroscreen membuatnya pusing dan dapat mengganggu visibilitas.

RATUSAN MOBIL BEKAS DIJUAL, KLIK DIBAWAH:

Halo pun muncul dan dapat melewati serangkaian tes. Hasil studi FIA pun menunjukkan bahwa Halo dapat melindungi pembalap dengan persentase sebesar 17%.

Halo terbuat dari titanium dengan berat sekitar tujuh kilogram dan diwajibkan oleh FIA di seluruh kompetisi seperti Formula 3, Formula 2, Formula 1, dan Formula E.

Baca Juga:

Written By

Penulis artikel asal Jakarta. Menyukai dunia menulis dan mobil sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Advertisement

Trending

F1 GP Austria: Leclerc Menang di Red Bull Ring!

F1

F1 GP British: Kemenangan Pertama Untuk Sainz!

F1

F1 GP Monaco: Checo Juara, Leclerc Terpleset!

F1

F1 GP Spanyol: Duo Red Bull Kembali Naik Podium, Leclerc DNF

F1

Advertisement
Connect
Terima Berita Terbaru